PEMANFAATAN KOMPOS KULIT KAYU MANGIUM UNTUK MEDIA PERTUMBUHAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA DAN BIBIT Acacia mangium Willd.

Sihati Suprapti, Erdy Santoso, Djarwanto Djarwanto, Maman Turjaman

Abstract


Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kayu mangium yang disterilkan dan tidak disterilkan ditambah aktivator kemudian dikomposkan selama 30 hari. Kompos kulit kayu mangium tersebut digunakan sebagai media tanam cendawan mikoriza dan bibit Acacia mangium. Tingkat degradasi kompos dievaluasi berdasarkan perubahan kandungan karbon organik, nitrogen total, kadar hara, dan kapasitas tukar kation (KTK). Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan aktivator pada proses pengomposan kulit kayu mangium menurunkan nisbah C/N masing-masing menjadi 21,90 (disterilkan) dan 25,30 (tidak disterilkan). Penambahan aktivator tersebut dapat meningkatkan unsur hara N 0,82-1,09%, P 0,22-0,36%, dan K 0,36-1,12%, dan meningkatkan nilai KTK 31,3-32,7 me/100 g. Kolonisasi mikoriza pada media tanam kompos kulit kayu mangium, menunjukkan bahwa kompos tersebut dapat digunakan sebagai media tumbuh sekaligus media pembawa cendawan mikoriza. Persentase koloni yang tinggi (45%) dijumpai pada media kulit kayu mangium yang disterilkan, ditambah aktivator yang diinokulasi Glomus sp. Pertumbuhan bibit A. mangium pada media kulit kayu mangium yang disterilkan dan ditambah aktivator cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditanam pada media yang tidak disterilkan. Pertumbuhan bibit tertinggi dijumpai pada media tanam yang diinokulasi Gigaspora sp., sedangkan pertumbuhan diameter batang paling besar terjadi pada media yang diinokulasi Glomus sp.


Keywords


Kulit kayu mangium, degradasi, kolonisasi, Glomus sp., Gigaspora sp.

References


Darusman, L.K. 1996. Mekanisasi biokimiawi dalam peningkatan pertumbuhan tanaman pada asosiasi Shorea selanica dan Scleroderma columnare. Rimba Indonesia 31 (1): 14-24. PPAK. Jakarta.

Ganesa, R. 2000. Produksi masal cendawan mikoriza arbuskula dengan inang berlainan pada beberapa jenis pembawa dari pasir vulkanis. Skripsi S1. Fakultas Kehutanan, Universitas Winaya Mukti. Jatinangor

Gunadi, D.H. 1996. Composting of agro- industrial wastes. 21 hal. Indonesian Biotechnology Research Institute for Estate Crops. Bogor.

Hadi, S. 2000. Status ektomikoriza pada tanaman hutan di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza I: Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Sebagai Agen Bioteknologi Ramah Lingkungan dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan di Bidang Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian di Era Milenium Baru tanggal 15-16 November 1999 di Bogor. Hal.: 25-62. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Jackson, M.L. 1958. Soil Chemical Analysis. Prentice-Hall Inc. Englewood Cliffs. New Jersey. 498 pp.

Komarayati, K. dan R. A. Pasaribu. 2005. Pembuatan pupuk organik dari limbah padat industri kertas. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 23 (1): 35-41. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

Mindawati, N., M. H. L. Tata, Y. Sumarna, dan A.

S. Kosasih. 1998. Pengaruh beberapa

macam limbah organik terhadap mutu dan proses pengomposan dengan bantuan efektif mikroorganisme 4 (EM-4). Buletin Penelitian Hutan 614: 29-46. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Misto, Suhardi dan Kuswanto. 2002. Peningkatan indeks kualitas semai akibat inokulasi mikoriza pada semai Vitex cofassus Reinw. Agrosains 15 (3): 347-357.

Muladi, S., R. Amirta, E.T. Arung and Z. Arifin. 2001. Chemical component analysis of wood bark compost on waste of medium density fiberboard industry. Proceedings of seminar "Environment Conservation Through Efficiency Utilization of Forest Biomass. pp.:124-137. DEBUT Press, Jogjakarta.

Novizan. 2002. Petunjuk pemupukan yang efektif. AgroMedia Pustaka. Jakarta. 114 pp.

Nusantara, D.A., C. Kusmana, I. Mansur, L. K. Darusman, dan Soedarma. 2011. Performa fungi mikoriza arbuskula dan Pueraria phaseoloides yang dipupuk tepung tulang dengan ukuran dan dosis berbeda. Media Peternakan 34 (2): 126-132. EISSN 2087-4634 Piper, C.S. 1947. Soil and Plant Analysis. Interscience Publisher Inc. Incata Press. New York.

Santoso, E., A.W. Gunawan dan M. Turjaman. 2007. Kolonisasi cendawan mikoriza arbuskula pada bibit tanaman penghasil gaharu Aquilaria microcarpa Baill. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam IV (5): 499-509. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Santoso, E. dan M. Turjaman. 2000. Prospek dan permasalahan ektomikoriza pada tanaman pinus dan eucalyptus. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza I: Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Sebag ai Agen Bioteknologi Ramah Lingkungan dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan di Bidang Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian di Era Milenium Baru, tanggal 15-16 November 1999 di Bogor. Hal.: 110-

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Setiadi, Y. 2000. Status penelitian dan pemanfaatan cendawan mikoriza arbuskula dan rhizobium untuk merehabilitasi lahan

terdegradasi. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza I: Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Sebagai Agen Bioteknologi Ramah Lingkungan dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan di Bidang Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian di Era Milenium Baru, tanggal 15-16 November 1999 di Bogor. Hal.: 11-23. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Setiadi, Y. 2002. Mycorrhizal inoculum production technique for land rehabilitation. Trop. For. Manage. J. 8 (1):51-64.

Sukmana, S. 1983. Evaluation of unit process in the composting of its waste. Fakulteit van de Landbouwwetenschafen Laboratory Voor Bodemfysica, Bodemcon-dionering en Tuinbouwbodemkunde. Tidak

diterbitkan.

Suprapti, S., E. Santoso, Djarwanto dan M. Turjaman. 2007. Teknik perbanyakan dan uji coba efektivitas mikroba dekomposer kulit kayu mangium skala laboratorium sebagai aktivator komposting. Laporan

Hasil Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan tahun 2007. Tidak diterbitkan.

Turjaman, M. 2000. Prospek dan permasalahan penggunaan tablet spora ektomikoriza sebagai pupuk hayati untuk tanaman kehutanan. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza I: Pemanfaatan Cendawan

Mikoriza Sebagai Agen Bioteknologi Ramah Lingkungan dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan di Bidang Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian di Era Milenium Baru, tanggal 15-16 November 1999 di

Bogor. Hal.: 128-133. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Turjaman, M. 2007. Utilization of mycorrhizal fungi for rehabilitation of degraded forest in Indonesia. United Garaduate School of Agricultural Sciences Iwate University.

Turjaman, M, E. Santoso and T. Jawaraya. 2007. Arbuscular mychorrhizal fungi increased plant growth and nutrient concentrations

of milkwood tropical tree species Alstonia scholaris under greenhouse conditions. Journal of ForestryResearch 4(2): 61-71.

Widyati E., I. Mansur, C. Kusmana, I. Anas an E. Santoso. 2005. Keanekaragaman hayati dan efektivitas cendawan mikoriza arbuskula (CMA) pada lahan bekas tambang batubara. Jurnal Penelitian Hutan

dan Konservasi Alam 2 (3): 296-302. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2012.30.2.114-123

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.