PENINGKATAN PEMANFAATAN JATI PLUS PERHUTANI (JPP) UNTUK KAYU LAMINA

Mohammad Muslich, Nurwati Hadjib

Sari


Jati plus perhutani (JPP) adalah jati (Tectona grandis) yang dikembangkan dengan menggunakan kultur jaringan. Informasi mengenai kualitas kayu jati cepat tumbuh tersebut belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat inferior agar pemanfaatannya optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JPP umur sembilan tahun termasuk kriteria kayu bulat kecil (KBK, A.1.), rentan terhadap rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus) dan rayap tanah (Coptotermes curvignathus). Kayu tersebut setelah diawetkan, kelas awetnya meningkat. Untuk meningkatkan nilai tambah dan manfaatnya, kayu tersebut dibentuk menjadi balok lamina dengan dan tanpa sambungan bentuk jari kemudian dirakit menjadi balok lamina menggunakan perekat campuran fenol-resorsinol-formaldehida dan urea formaldehida. Hasil penelitian menunjukkan adanya sambungan dan pengawetan dengan boraks tidak berpengaruh terhadap modulus elastisitas balok tersebut kecuali pada uji tekan sejajar lamina.


Kata Kunci


Jati plus perhutani; sifat inferior; keawetan; pengawetan balok lamina; sambungan bentuk jari

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim, 1983. JAS Japanese Agricultural Standard for Strucultural Plywood. The Japan Plywood Inspection Corporation.

Anonim, 1995. Annual Look of ASTM Standards. Volume 04.10 Wood. Section 4 Philadelphia.

Anonim, 2001. Pengukuran dan table isi kayu bundar jati. Standar Nasional Indonesia 01- 5007.17-2001. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Barly dan S, Abdurrohim. 1996. Pengawetan kayu untuk bangunan hunian dan bukan hunian. Petunjuk Teknis. Badan Litbang Kehutanan. Jakarta.

Brazierr, J.D. 1986. Growth features and structural wood performance. Proceedings 18th IUFRO World Congress, Division 5 Forest Products, Ljubljana.

Findlay, W.P.K., 1985. Preservation of Timber In The Tropics. Martinus Nijhoff/Dr.W Junk Publisher, Dordreht.

Harris, J.M. 1986. Effect of Rapid Growth on Wood Processing. Proceedings 17th IUFRO World Congress, Division 5 Forest Products, Kyoto. pp 24 35.

Hunt, G.M. and G.A. Garrat. 1953. Wood Preservation. McGraw-Hill Book Company, New York.

Kininmonth, J.A. 1986. Wood from Fast-grown, Short-rotation trees. Proceedings18th, IUFRO World Congress, Division 5 Forest Products, Ljubljana. pp 57 -65.

Martawijaya, A. 1989. Keawetan kayu yang berasal dari hutan alam dan hutan tanaman. Makalah Undangan Diskusi Hutan Tanaman Industri, 23 Maret 1989. Badan Litbang Kehutanan. Jakarta.

Martawijaya, A., I. Kartasujana, K. Kosasi dan S.A. Prawira. 1981. Atlas Kayu Indonesia. Jilid I. Balai Penelitian Hasil Hutan. Bogor.

Martawijaya, A. dan G. Sumarni. 1980. Daya tahan beberapa varietas kayu jati (Tectona grandis L.f.). Laporan No. 150, Lembaga Penelitian Hasil Hutan Departemen Pertanian, Bogor.

Martawijaya, A dan G. Sumarni. 1978. Daya tahan sejumlah jenis kayu Indonesia terhadap Cryptotermes cynocephalus Light. Laporan No. 129. Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Departemen Pertanian , Bogor.

Senft, J.F., M.J. Quanci, dan B.A. Bendtsen. 1986. Property profile of 60-year old Douglas-fir. Proc. o a Cooperative Technical Workshop of Juvenile Wood. Forest Product Research Society, Madison, USA. pp 17 28.

Smith, D.N.R. and N. Tamblyn, 1970. Proposes scheme for international standard test for the resistance of timbers to impregnation with preservatives. Ministry of Technology, Forest Products Research Laboratory.

Steel, R.G.D. and J.H. Torrie. 1960. Principles and Procedures of Statistic. McGraw Hill Book Co. Inc. New York, Toronto, London.

Sumarni dan H. Roliadi. 2002. Daya tahan 109 jenis kayu Indonesia terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgreen). Buletin Penelitian Hasil Hutan 20 (3): 177185. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, Bogor.

Sumarni, G. H. Roliadi dan A. Ismanto, 2003. Keawetan 99 jenis kayu Indonesia terhadap rayap kayu kering. Buletin Penelitian Hasil Hutan 21 (3): 239-249. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, Bogor.

Sumarni, G. dan M. Muslich. 2008. Kelas awet jati cepat tumbuh dan jati konvensional pada berbagai umur pohon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 26(4):342-351. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2010.28.3.263-277

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.