PENGARUH KADAR EKSTENDER DAN WAKTU KEMPA TERHADAP SIFAT FISIS MEKANIS LBV DENGAN PEREKAT PHENOL FORMALDEHIDA

Adi Santoso, Yusuf Sudo Hadi, Raudhah Juliati

Sari


Aplikasi bambu sebagai panil komposit masih terbatas. Pemanfaatan bambu untuk Laminated Bamboo-Veneer (LBV) belum banyak ditemukan. Dalam rangka diversifikasi produk bambu maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh kadar ekstender dan waktu kempa terhadap sifat fisis mekanis venir bambu lamina dengan perekat phenol formaldehida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan produk LBV yang kualitasnya memenuhi ataupun setara dengan produk panil komposit yang selama ini telah dikenal. Penelitian ini menggunakan bambu tali sebagai bahan baku venir berukuran (40 x 2 x 0,1) cm dengan perekat phenol formaldehida. Faktor perlakuan yang dikenakan yakni penambahan ekstender berupa tepung terigu dengan kadar 0%, 2,5%, 5%, 10% , dan waktu pengempaan panas 10 dan 20 menit. Produk yang dihasilkan berupa LBV 15 lapis berukuran (40 x 40 x 1,5) cm. Pengujian produk meliputi kualitas perekat dan LVB, masing-masing mengacu pada SNI (1998) dan SNI (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perekat PF yang dibuat, memenuhi persyaratan SNI (1998) perekat PF untuk penggunaan kayu lapis. Produk LBV dengan kombinasi perlakuan kadar ekstender 5% dengan waktu kempa 10 menit sebahagian besar memenuhi persyaratan SNI (2000). Kualitas produk LBV tersebut setara dengan panil kayu lapis yang tergolong ke dalam klasifikasi mutu khusus 80E.


Kata Kunci


Venir bambu lamina, Phenol Formaldehida, waktu kempa, kadar ekstender.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Haygreen, J.G dan Bowyer, J.L. 1996. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu: Suatu Pengantar (terjemahan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Iskandar, M.I dan A. Santoso. 2001. Pembuatan venir lamina mahoni dengan perekat bangunan kelautan. Makalah Utama pada Seminar Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan. 7 November 2001. Surabaya.

Kliwon, S dan M.I. Iskandar. 2008. Teknologi kayu lapis dan produk sekundernya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

Martawijaya, A., I. Kartasujana, K. Kadir dan S.A. Prawira. 2005. Atlas kayu Indonesia Jilid III. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

Memed, R., A. Santoso dan P. Sutigno. 1990. Pengaruh fenol formaldehida terhadap keteguhan rekat kayu lapis sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Vol. 8(3):105-108. Badan Litbang Kehutanan. Bogor.

Stevens, M.P. 2007. Kimia polimer. Terjemahan Iis Sopyan. Pradnya Paramita. Jakarta.

Sulastiningsih, I.M., Nurwati dan P. Sutigno. 1996. Pengaruh jumlah lapisan terhadap sifat bambu lamina. Buletin Penelitian Hasil Hutan 14 (9): 366-373. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan & Sosial Ekonomi Kehutanan. Bogor.

Sulastiningsih, I.M., Nurwati dan T. Yuwono. 1998. Effect of position along the culm and number of preservative brushings on physical and mechanical properties of laminated bamboo. Proceedings of Pacific Rim Bio-Based Composites Symposium. November 2- 5, 1998. Bogor. Indonesia.

Sutigno, P. 2000. Perekat dan perekatan. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogor.

Anonim. 1998. Fenol formaldehida cair untuk perekat kayu lapis. Badan Standardisasi Nasional. (SNI) 06-4567-1998. Standar Nasional Indonesia. Jakarta.

Anonim. 2000. Kayu lapis penggunaan umum. Badan Standardisasi Nasional. (SNI) 01- 5008.2-2000. Standar Nasional Indonesia. Jakarta.

Sylviani, A. Santoso dan P. Sutigno. 2002. Profil sebuah pabrik venir lamina di Jambi. Info Hasil Hutan 9(1):1-11.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2010.28.4.380-393

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.