SIFAT BALOK KOMPOSIT KOMBINASI BAMBU DAN KAYU

Abdurachman Abdurachman, Nurwati Hadjib, Jasni Jasni, Jamal Balfas

Sari


Balok komposit yang terbuat dari kombinasi bambu dan kayu adalah sebuah produk yang memungkinkan untuk dikembangkan. Pada umumnya, produk komposit dari kayu solid memenuhi persyaratan untuk kostruksi, namun sifat balok komposit kombinasi bambu dan kayu belum dipelajari secara intensif. Tulisan ini mempelajari sifat-sifat balok komposit kombinasi dari tiga jenis bambu: andong, petung dan ori dengan kayu jabon menggunakan perekat isosianat dan ekstrak kayu merbau. Untuk meningkatkan keawetan balok komposit bambu dan kayu jabon diawetkan menggunakan larutan asam borik dan borak pada konsentrasi 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik dan mekanik balok komposit bambu dan kayu jabon yang direkat dengan perekat isosianat lebih baik dari balok komposit tanpa kayu jabon. Kerapatan balok komposit terbaik ialah 0,64 g/cm3 pada kadar air 9,7%. Modulus elastisitas (MOE) 78.168 kg/cm2, Modulus patah (MOR) 384 kg/cm2 dan tekan sejajar garis rekat 378 kg/cm2.


Kata Kunci


Balok komposit, kombinasi, bambu, kayu, isosianat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Canonica L. (1991). Memahami Mekanika Teknik 2. Bandung. Angkasa.

JAS (1996). Japanese Agricultural Standard for Structural Glued Laminated Timber. Japan Plywood Inspection Corporation.

Martawijaya A., I. Kartasudjana & S.A. Prawira. (2005). Atlas Kayu Indonesia Jilid I. Reprint. Bogor. Badan Penelitian dan pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan.

Cahyadi D., Firmanti A. & Subiyanto B. (2012).Sifat Fisis Dan Mekanis Bambu Laminasi Bahan Berbentuk Pelupuh (Zephyr) Dengan Penambahan Metanol Sebagai Pengencer Perekat, Jurnal Permukiman, 7(1): 1-4.

Frick H. (2004). Ilmu Konstruksi Bangunan Bambu. Yogjakarta: Kanisius.

Kusumaningsih, K.R. (1997). Pengaruh Perendaman Empat Jenis Bambu Dalam Air Terhadap Sifat Fisika, Sifat Mekanika dan Ketahanannya Terhadap Kumbang Bubuk. Yogjakarta. Tesis, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada.Yogjakarta: Universitas Gadjah Mada, Manuscript.

Liese, W. (1985). Anatomy and Properties of Bamboos. Proceeding of the International Bamboo Workshop Tahun 1985: 196-208. Hangzhou: Peoples Republic of Chine.

Oka, G.M. (2005). Analisis perekat terlabur pada pembuatan balok laminasi bambu petung. Jurnal SMARTek, (3)2: 93 100.

Soemono. (1982). Ilmu Gaya, Bangunan-Bangunan Statis Tak Tentu. Bandung: Djambatan.

Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie (1990). Priciples and procedure of statistic. New York. McGraw Hill Book Company.

Sutikno (1986). Struktur Anatomi Empat Jenis Bambu dan Retensinya Terhadap Bahan Pengawet. Tesis, Fakultas MIPA,Universitas Gadjah Mada Yogjakarta: Universitas Gadjah Mada, Manuscript.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2015.33.2.115-124

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.