KETERAWETAN ENAM JENIS KAYU DARI JAWA BARAT DAN RIAU

Krisdianto Krisdianto, Didik Ahmad Sudika, Ahmad Wahyudi, Mohammad Muslich

Sari


Kayu merupakan bahan lignoselulosa yang mudah terserang organisme perusak sehingga perlu diawetkan untuk meningkatkan umur pakainya. Tingkat perlindungan kayu dipengaruhi oleh keberhasilan masuknya bahan pengawet ke dalam kayu. Retensi dan penetrasi bahan pengawet ke dalam kayu adalah dua parameter yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan masuknya bahan pengawet ke dalam kayu (keterawetan). Retensi bahan pengawet dihitung berdasarkan sistem gravimetrik perbedaan berat, sedangkan penetrasi diukur berdasarkan perbedaan warna akibat uji semprot (spot test). Saat ini, penetrasi bahan pengawet dinilai secara visual dan persentasinya dalam bidang luasan dihitung secara konvensional. Interpretasi penetrasi bahan pengawet dapat dilakukan berdasarkan foto digital menggunakan perangkat lunak Image-J. Tulisan ini mempelajari keterawetan enam jenis kayu dari Jawa Barat dan Riau. Perbandingan pengukuran penetrasi dilakukan dengan cara konvensional dan interpretasi foto digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu hamirung, jaha dan mahang putih termasuk mudah diawetkan (kelas I), sedangkan kayu bung bulang, pasang taritih dan bira-bira termasuk kelas keterawetan sedang (kelas II). Penilaian penetrasi dengan interpretasi digital lebih akurat, cepat, dan mudah daripada dengan cara konvensional. 


Kata Kunci


Pengawetan; retensi; penetrasi; gambar digital; interpretasi; enam jenis kayu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurrohim, S. (1993). Pengawetan lima jenis kayu secara rendaman dingin dengan dua jenis bahan pengawet CCB. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 11(7), 256 – 266.

Abdurrohim, S. (1994). Pengawetan tiga jenis kayu secara rendaman dingin dengan bahan pengawet boraks dan asam borat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 12(5), 157-163.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1999). Standar pengawetan kayu untuk perumahan dan gedung. Standar Nasional Indonesia (SNI 03-5010.1-1999). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Bamber, R.K. & Burley J. (1983). The Wood Properties of Radiata Pine (First Ed.). Commonwealth Agricultural Bureaux.

Barly, (2013). Peran pengawetan kayu, penelitian dan aplikasinya dalam praktek. Dalam H.R. Sudradjat, Dulsalam, G. Pari & A. Santoso (Eds.) Prosiding pertemuan ilmiah orasi peneliti utama (pp. 45 – 65). Bogor, 3 – 4 Desember 2012.

Choong, E.T., Tesoro, F.O., & Manwiller, F.G. (1974). Permeability of twenty-two small diameters hardwoods growing on southern pine sites. Wood and Fiber, 6 (1), 91-101.

Go, R. (1998). Premna L. Dalam M.S.M. Sosef, L.T. Hong, & S. Prawirohatmodjo. (Eds.) Plant Resources of South-East Asia 5(3): Timber trees: Lesser-known timbers (pp.470 – 472). Bogor: PROSEA.

Jermer, J., Evans, F.G. & Johansson I. (2001). Experiences with penetration of copper-based wood preservatives. IRG/WP01-20233. IRG Wood Protection 32nd Annual Meeting, 20 – 25 Mei, Nara, Japan. International Research Group – Wood Protection.

Hansen, K., Sites, L., & Nicholas, D.D. (2010). Methods for studying penetration depth of wood protection products. IRG Wood Protection 41st Annual Meeting, 9 – 13 May, Biarritz, France. International Research Group – Wood Protection.

Krisdianto, Dewi, L.M., & Muslich, M. (2014). Analisis hasil pengujian kayu di laut dengan interpretasi gambar digital. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(1), 11 – 18.

Krisdianto, Jasni, Pari, G., Hadjib, N., Basri, E., & Muslich, M. (2013). Sifat dasar dan kegunaan kayu Sumatera. (Laporan Hasil Penelitian). Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Lim, S.C. (1998). Macaranga Thouars. Dalam M.S.M. Sosef, L.T. Hong, & S. Prawirohatmodjo (Eds.) Plant Resources of South-East Asia 5(3):

Timber trees: Lesser-known timbers, (pp. 340 – 344). Bogor: PROSEA.

Mekhtiev, M. & Torgovnikov, G. (2004). Method of check analysis of MW modified wood. Wood Science and Technology, 38(7), 501-519.

Quy, V. (1995). Lithocarpus Blume. Dalam R.H.M.J. Lemmens, I. Soerianegara, & W.C. Wong (Eds.) Plant Resources of South East Asia 5(2): Timber trees: Minor commercial timbers. (pp. 284 – 306). Bogor: PROSEA.

Siau, J.F. (1983). Transport processes in wood. Berlin Heidelberg New York Tokyo: Springer-Verlag.

Smith, D.N.R. & Tamblyn, N. (1970). Proposes scheme for international standard test for the resistance of timbers to impregnation with preservatives. Ministry of Technology, Forest Products Research Laboratory, London, England.

Sudika, D.A. (2013). Uji penetrasi boron secara sederhana. Forpro: Majalah Ilmiah Populer Bidang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, 2(1), 36-37.

Sugiyanto, K. (2011). Physical and chemical modification of the bamboo species Dendrocalamus asper (PhD thesis). The University of Melbourne, Australia.

Supardi, U.S. (2011). Aplikasi statistika dalam penelitian. Jakarta: Ufuk Press.

Thomas, P. (2000). Trees: their natural History. Cambridge, UK: Cambridge University Press.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2015.33.4.329-336

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.