POPULASI DAN HABITAT KAMPIS (Hernandia nymphaeifolia (C. Presl.) Kubitzki) DI HUTAN LINDUNG UJUNG GENTENG

Titi Kalima

Sari


Penelitian dilakukan di kawasan Hutan Lindung (HL) Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat pada bulan Oktober dan November 2011. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data dan informasi populasi dan habitat spesies kampis (Hernandia nymphaeifolia (C. Presl.) Kubitzki ) di HL Ujung Genteng. Metode yang digunakan adalah  jalur transek (line transect method) sepanjang 1 km dengan lebar 10 m dengan arah jalur sejajar garis pantai. Jalur tersebut  dibuat plot berukuran 20 m x 10 m bersambungan satu sama lain untuk mendata tingkat pohon. Setiap plot 20 m x 10 m dibuat sub plot berukuran 10 m x 10 m untuk tingkat pancang dan sub-sub plot berukuran 1 m x 1 m untuk pengamatan tingkat semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi individu H. nymphaeifolia yang tumbuh di HL Ujung Genteng bagian barat lebih padat daripada di bagian timur. Di bagian barat, kerapatan pohon, pancang, dan semai  masing-masing 49, 46, dan 10.200 individu/ha, sedangkan di bagian timur secara berturut-turut 21, tingkat pancang 16 individu/ha, dan semai 2.653 individu/ha. Untuk kepentingan ekologis dan nilai ekonomis potensial, khususnya jenis kampis (H. nymphaeifolia) perlu dipertahankan keberadaannya melalui upaya konservasi in-situ, eks-situ, budidaya serta usaha ke arah penggunaan yang berkelanjutan.

Kata Kunci


Spesies multiguna; keragaman jenis; hutan pantai

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ariyati, R. W., Sya’rani, L., & Arini, E. (2007). Analisis kesesuaian perairan Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan sebagai lahan budidaya rumput laut menggunakan sistem informasi geografis. Jurnal Pasir Laut 3(1), 27-45.

Botani Hutan. (1977). Hernandiaceae dan Papilionacea. Daftar nama pohon-pohonan Jawa Madura (p. 96, 98, 111). Bogor: Lembaga Penelitian Hutan.

Bugris, Y., Sutisna, U. & Rosmawan, G.W. (2011). Jenis Hernandia nymphaeifolia di hutan pantai Cipatujah, Tasikmalaya (Laporan perjalanan). (Tidak dipublikasikan).

Davis, L.S. & Jhonson, K. N. (1987). Forest management. New York: Mc Graw-Hill Book Company.

Fujita, T. (1991). Hernandia nymphaeifolia. Diakses tanggal 7 Maret 2010 dari http://batplants.co.uk/lantern .htm.

Greig, S. P. (1983). Quantitative plant ecology. Oxford: Blackwell Scientific Publications.

Heyne, K. (1987). Hernandiaceae. Tumbuhan berguna Indonesia Vol. II, 828-829. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.

Indriyanto. (2005). Dendrologi. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Kalima, T., Purwanto, I., & Muntaha, I.S. (2010). Jenis Hernandia nymphaeifolia di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi (Laporan perjalanan). (Tidak dipublikasikan).

Lekito, K., Dimomonmau, P., & Rumawak, M. (2005). Jenis tumbuhan pakan kuskus di Pulau Moor Kecamatan Napan Weinami Kabupaten Nabire. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 2(5), 461-476.

Michael. (1995). Metoda ekologi untuk penelitian lapangan dan laboratorium. (Yanti R. Koester Trans.). Jakarta: UI Press.

Oey, D.S. (1990). Hernandia nymphaei-folia. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman No. 13: 115,159. Bogor: Pusat Litbang Hasil Hutan.

Pettit, G. R., Yanhui, M., Patrick, G. R., Herald, D. L., Pettit, R. K., Doubek, D. L., Chapuis, J. C., & Tackett, L.P. (2004). Antineoplastic agents Hernandia peltata (Malaysia) and Hernandia nymphaeifolia (Republic of Maldives). Journal of Natural Products 67(2), 214-20.

Plantamor. (2008). Informasi spesies Hernandia peltata sinonim Hernandia nymphaeifolia. Diakses tanggal 22 Juni 2010 dari www.Plantamor. com.

Schmidt, F.H. & Ferguson, J.H.A. (1951). Rain fall type based on wet and dry period ratios for Indonesia with Western New Guinea (Verh. No. 42). Jakarta: Direktorat Metereologi dan Geofisika.

Setiadi, D. & Tjondronegoro, P. D. (1989). Dasar-dasar ekologi. Bogor: PAU Hayati IPB.

Simanjuntak, M.E. 2005. Beberapa energi alternatif yang terbarukan dan proses pembuatannya. Jurnal Teknik Simetrika Vol. 4(1), 295.

Soerianegara, I. & Indrawan, A. (1988). Ekologi hutan Indonesia. Bogor: Departemen Managemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.

Supriatno, B. (2001). Pengantar praktek ekologi tumbuhan. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.

Susilo, A., Soeyatman, H. C., & Difan, S. (2011). Jenis Hernandia nymphaeifolia di kawasan Cagar Alam Leuweung Sancang, Garut (Laporan perjalanan). (Tidak dipublikasikan).

Whitmore, T.C. (1992). An introduction to tropical rain forests. Oxford: Clarendon Press.

Whitmore, T.C., Tantra, I G.M., & Sutis-na, U. (1990). Tree flora of Indonesia check list for Kalimantan. Part I (II.I), 180, 206. Bogor: Forest Research and Development Centre.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphka.2013.10.1.63-79

##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

JURNAL PENELITIAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM INDEXED BY:

More...

Copyright of Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam (JPHKA)

eISSN : 2540-9689, pISSN : 0216-0439 

JPHKA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.